Phobia / Ketakutan Berlebihan

Setelah semalem ngebunuh seekor kecoa dan barusan main Jumping Monkey, entah kenapa gw jadi pengen nulis tentang ini.

Fobia, menurut wikipedia adalah rasa ketakutan yang berlebihan pada sesuatu hal atau fenomena. Ada 3 kategori fobia :

  1. Social phobia : Ketakutan pada sebuah situasi atau aktifitas sosial seperti makan ditempat umum karena takut akan merasa canggung atau malu.
  2. Specific phobias : Ketakutan yang memicu kepanikan pada suatu hal tunggal atau khusus, misalnya  laba-laba, ular, anjing, air, ketinggian, lalat, mengidap penyakit tertentu, dll.
  3. Agoraphobia : Ketakutan untuk keluar rumah atau istilahnya ‘daerah aman’. kemudian memungkinkan munculnya serangan kepanikan. Hal ini bisa disebabkan karena kondisi specific phobia seperti takut pada ruang terbuka, rasa malu sosial (social agoraphobia), takut terinfeksi kuman, dll.

Saya sendiri punya ketakutan berlebih pada beberapa hal. Dan menjadi menyebalkan ketika akhirnya menjadi reaksi yang berlebihan di depan orang-orang. Mungkin ada yang pernah mendengar ada orang yang takut akan ketinggian?atau takut sama kecoa? Saya adalah salah satunya.

Dalam postingan ini saya berusaha tidak menggunakan kata phobia. Saya lebih suka menggunakan ‘takut’ saja atau mentoknya ketakutan berlebih. Soalnya bagi saya kata ‘Phobia’ sendiri sudah sangat berlebihan dan terdengar menyeramkan. (hah!!jangan2 saya phobia phobia!!! halahh..)

Takut Kecoa

Dari saya kecil hingga sekarang, entah kenapa saya selalu takut dengan binatang yang satu ini. Ketika saya SD dan SMP dulu, entah berapa kali saya menjerit dan melompat keluar dari kamar mandi kalau menemukan binatang ini di kamar mandi dan memanggil ayah saya. Dan ketika saya tinggal di kos saat SMA dan kuliah, entah berapa kali saya menggedor kamar teman2 saya untuk mengusir kecoa yang masuk ke dalam kamar saya.

Mungkin banyak yang bertanya-tanya kenapa bisa begitu takutnya pada kecoa. Bahkan ayah saya berkali bilang “kecoa itu jauh labih kecil dari kamu!” Inilah yang saya rasakan setiap kali melihat kecoa : pertama-tama saya melihat tempurungnya yang tipis dan mengkilat yang bisa tiba2 terbuka kemudian terbang ke arah saya, kemudian saya melihat sungutnya yang meliut2 dan membayangkan seandainya itu mengenai kaki saya (God, merinding nulis ini), lalu kakinya yang kecil dan tidak bisa ditebak kemana dia akan berlari.  Hanya dengan itu saja dapat membuat semua darah saya seolah naik ke kepala dan jantung saya berdebar-debar. Bila saya melihat kecoa itu dari jauh, maka saya tidak akan bergerak sekecil apapun karena ketakutan dia malah akan menuju ke arah saya. Apabila saya di dalam kamar, dan kecoa itu berada dekat dengan pintu, maka saya akan menutupi badan saya dengan selimut dari ujung kepala hingga kaki.

Sejujurnya, saya termasuk orang yang takut pada binatang. Bukan berarti saya tidak suka bintang, tapi takut. Itu saja. Misalnya begini, saya melihat seekor anjing lucu di kejauhan dan saya berkata “ihh..lucu banget sih anjingnyaa..” namun begitu ia berlari ke arah saya, reaksi spontan saya adalah “hwaa..jangan mendekatt..hiiyy..” sangat menyebalkan bukan!? Atau ketika saya harus membangunkan salah satu teman kos saya di pagi buta ketika seekor kupu2 masuk ke kamar saya. Saya suka melihat kupu2 tapi ketika dia mendekat, apa yang saya lihat adalah mukanya yang kecil dan aneh, dan kaki2nya yang panjang dan runcing.

Setelah saya memlihara hamster, ketakutan saya pada binatang mulai berkurang. Saya mulai berani memegang anjing atau kucing. Meskipun saya akan langsung menghindar ketika mereka melakukan reaksi tiba2. Satu yang tidak bisa saya hilangkan adalah ketakutan saya pada kecoa. Rasanya ingin nangis ketika seekor kecoa masuk ke kamar dan tidak ada yang bisa dimintai tolong ataupun terlalu tidak enak untuk minta tolong untuk mengusir. Seperti semalam, jam 10 seekor kecoa masuk ke dalam kamar, Jam 1 pagi saya baru bisa mengumpulkan keberanian untuk mengusirnya. Apa yang saya lakukan selama 3 jam itu? Mematung di atas tempat tidur dengan sebuah sapu bertengger di samping tempat tidur dan menunggu sang kecoa keluar dari tempat persembunyiannya.

Takut Ketinggian

Ketakutan saya akan hal ini masih lebih mending daripada ketakutan saya pada kecoa. Disini saya tidak perlu menunjukkan pada semua orang bahwa saya takut pada ketinggian. Suatu hal yang masih bisa saya simpan sendiri ketika saya mendadak mual dan pusing ketika melihat ke bawah dari sebuah tempat tinggi, ilusi yang muncul ketika saya membayangkan terjatuh dari tempat tersebut, ataupun rasa deg-degan ketika harus menaiki tangga yang terjal.

Yang selalu berusaha saya tanamkan untuk menghilangkan ini adalah “Lawan Ketakutanmu!!” Di setiap acara outbound yang saya ikuti, saya selalu nekat untuk melakukan flyng fox, two lines bridge, ato permainan ketinggian lainnya yang saya sendiri ga tau istilahnya apa. Tujuannya cuma 1, yaitu untuk menghilangkan ketakutan saya ini. Rasanya ingin sekali merasakan kesenangan meluncur dengan flyng fox tanpa harus merasakan ketakutan ketika harus memanjat ketempat tinggi untuk melakukan flying fox itu sendiri. Sedangkan permainan ketinggian yang lain??wah, jangan ditanya..gada yang tau gimana gemetarnya kaki dan bibir saya ketika harus melangkah atau merayap di atas tali-tali itu.

Bagaimana dengan hasilnya? yah, sampai saat ini pun saya masih merasakan deg2an, dan pusing ketika melihat ke bawah dari tempat tinggi. Bahkan ketika bermain jumping monkey… oh, iya, ada yang tau game ini? ini game hp. Cara mainnya adalah ada seekor monyet yang harus melompat menaiki balon2 sampai ke atas langit. Kalau tiba2 balonnya pecah dan monyet belum melompat ke balon lain, atau sang monyet salah lompat, maka ia akan jatuh ke tanah. Nah, tiap main game ini dan bila si monyet jatuh, perut saya mendadak mules dan kepala saya pusing. hadeehh..menyebalkan bukaan..?

to be continue..

Categories: corang-coreng | 6 Comments

Post navigation

6 thoughts on “Phobia / Ketakutan Berlebihan

  1. haha , ditutup semua pake selimut? emang gak susah nafas?

  2. Putri

    aku juga takut bangettt2an sama kecoa,
    kupu2 juga,ketinggian juga,😛

    • Ngga enak yahh klo takut sama sesuatu itu😦
      Masa dikit2 harus minta tolong orang laen buat ngusirin kecoalah, laba2lah, haha..

  3. Ega cantik

    kenapa phobia? tahan aja rasa takutnya!

  4. Ega cantik

    jangan takut lagi yaaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: