Novel

The Maze Runner – Fever Code

Belom sempeet  

Hmhmhmm..sebenernya sih udah lama banget kelar baca ini. Cuma selang beberapa hari dari Kill Order. Kalo Kill Order mulai gw tulis bahkan sebelum kelar gw baca, Fever Code ini baru sekarang gw bahas. Can you guess why? Soalnyaaa.. fever code ini boring abiss    Maap yaa buat fans Maze Runner yg ga sependapat. Tapi emang itu yang gw rasakan bahkan ketika gw masih di pertengahan cerita.

Gw sendiri bingung inti dari cerita ini apaa.. kalo pas baca Allegiant gw merasa ini cerita yang berbeda, kalau baca Fever Code gw merasa ini penulis yang berbeda. Hahaha.. tetep yaa dihubung2in ama Allegiant

Fever Code bercerita tentang masa pembuatan maze. Bagaimana Thomas menjalani kehidupannya sebelum dihapus ingatannya dan dikirim ke maze, fakta kalau ia pernah bertemu minho, albi, dkk, dan bagaimana ia dan Theresa menjadi bagian penting dalam pembuatan maze.

Alurnya sangat laambaat dan banyak cerita yang diulang2 ketika Thomas belajar di Wicked. Kalau Thomas sendiri bosan dengan kegiatannya yang teruus begitu2 aja, lalu kenapa penulis berharap kita ga akan bosan sebagai pembaca? Hubungan masing-masing tokoh disini ga sedalam yang gw harapkan, yaa.. hanya begitu2 aja (ooh.. mungkin yang lumayan dapet tuh Chuck). Brenda juga cuma diceritain sekilas doang..padahal kan, padahal kaan ya gitu deh.. #dukungbrenda

So, buat yang mau beli novel ini mah beli aja buat ngelengkapin seri Maze Runner nya. Hanya 1 novel ga akan berpengaruh untuk keseluruhan cerita Maze Runner yang kereeen abizz. (tapi emang rada kebanting sih kalo abis baca Kill Order trus baca Fever Code )

Categories: Novel | Tags: , , , , , | Leave a comment

The Maze Runner

Gw lupa pernah bilang ini atau engga di postingan gw sebelumnya. Tapi The Maze Runner adalah novel trilogi dystopia  yang paling gw suka. Ambil contoh Hunger Games dan Divergent. Dua novel ini gw suka banget buku pertamanya. Tapi ketika sampai buku ketiga entah kenapa seolah-olah alurnya kacau. Apalagi Allegiant (Divergent). Baca Allegiant itu rasanya ketika lo naik ke atas tebing dengan satu2nya tali yang lo punya dan di 3/4 jalan talinya putus. Udah cape2 baca buku 1 & 2 trus gembor2 recommended ke semua orang tau2 buku ketiganya kaya gt. Oke, lepas dari endingnya yang ^%$&%$(# (gw sih sebenernya ga masalah dengan sad ending yah) tapi dari awal tuh kita udah digiring dengan ketidak jelasan yang membuat kita seolah2 ngebaca novel ke tiga  dari sebuah trilogi yang ga berhubungan  dengan buku 1 & 2 nya. Jujur aja gw baca Allegiant ini cuma semalem, karena gw ga percaya alurnya seperti itu. Gw bener2 mengharapkan disuatu titik akan menemukan chapter yang membuat gw kembali merasakan sensasi ngebaca Divergent dan Insurgent. Tapi jawabannya NO ! Huuuufttt.. sampe cape ngetiknya. Lhaa.. Jadi ngebahas Allegiant. itu hanya opini gw yaah, soalnya gw suka banget sama Divergent & Insurgent dan ga siap buat dikecewain sama Allegiant. Kayak kita ngebuka box Iphone terbaru tapi isinya kalkulator. Tapi terus ada prequel Divergent series judulnya Four, jadi mungkin masih banyak penggemarnya yah (gw sih enggak!)

Balik lagi ah, ke The Maze Runner. Ok, awalnya gw ga terlalu berharap berlebihan yah sama Maze Runner. Kenapa?? karena gw beli novel ini pas lagi obralan. Hahaha.. percaya ga kalo gw bilang gw beli novel ini hanya 20rb rupiah saja?? artinya gw beli 3 buku ini cuma 60rb. Hehe.. Mungkin awal2 muncul emang kurang populer ato gimana yah. Baru beberapa tahun setelahnya dibuat movie dan mulai booming. Oya, pas baca buku pertama The Maze Runner gw bener2 ga nyangka kalo bakal bisa dibikin filmnya. Soalnya imajinasinya tuh bener2 waaahh.. Glade?labirin?griever? ga nyangka bangetlah. Btw, gw ga mau bahas filmnya ya, soalnya jarak gw baca novelnya dan fimnya lumayan lama dan ada beberapa bagian di film (The Maze Runner & Scorch Trials) yang gw agak bertanya2 “ini ada ga sih di novel?” whatever, gw udah agak2 lupa cerita di novelnya. hahaha.. Tapi yang jelas, selesai ngebaca The Death Cure gw putuskan ini novel trilogi dystopia terbaik yang pernah gw baca.

Categories: Novel | Tags: , | Leave a comment

The Maze Runner – The Kill Order

08.30 Tulisan ini mulai gw buat saat gw baru 3/4 menyelesaikan novel. Sampai di bagian flashback di mana seorang teman mati begitu saja. 

The Kill Order merupakan prequel dari trilogi The Maze Runner. Mengambil tempat 13 tahun sebelum kejadian di glade. Prolognya menceritakan saat2 ketika Thomas dihapus ingatannya dan dikirim ke glade. Cerita selanjutnya merupakan kisah yang berbeda lagi.
The Kill order menceritakan kejadian setelah ledakan matahari menghantam bumi. Tokoh utamanya merupakan segelintir korban selamat dalam ledakan tersebut. Mark, Alec, Trini, dan Lana menjalani hidup dalam keputusaan, berusaha bertahan hidup di pemukiman kumuh pasca ledakan yang menghancurkan kota2 tempat tinggal mereka. Tapi tahun pertama mereka hanya merupakan awal dari suatu peristiwa mengerikan yang akan terjadi setelahnya. Di saat mereka merasa sudah cukup dengan ledakan matahari dan populasi manusia bumi yang mungkin nyaris punah, datang berg dan sekelompok orang yang menembaki mereka dengan panah2 beracun.

20.30 Baru kali ini mewek pas selesai baca novel. Haloo..  ini ceritanya tentang pemusnahan masal, bunuh-bunuhan, mayat hidup looh.. bukan drama cinta2an 

 

Spoiler :

The Kill Order menceritakan tentang perjalanan Mark, Trina, Alec, dan Lana untuk mencari pihak yang bertanggung jawab atas serangan virus di pemukiman mereka paska ledakan matahari. Virus yang awalnya langsung membunuh korbannya ternyata bermutasi dan mulai menggerogoti otak para korban sehingga mereka seolah kehilangan kesadaran dan menjadi gila. Mereka harus terus menjaga diri mereka sendiri tetap steril karena penularan virus yang sangat cepat.

Di tengah perjalanan mereka harus nenghadapi penduduk yang mulai terjangkiti virus tersebut. Dan yang jelas efek dari virus tersebut memiliki variasi waktu yang berbeda untuk masing2 orang. Namun mereka juga bertemu gadis kecil yang ternyata kebal.

Seperti ketiga seri sebelumnya, James Dashner tidak mau bertele2 dan drama dalam petualangan mereka. Hampir semua chapter menampilkan ‘kekerasan’ baik di alur sesungguhnya maupun flashback (flashback di novel ini menceritakan bagaimana mereka bertahan hidup pada saat ledakan matahari). Meskipun di tengah2 diceritakan ada sebuah sekte (yang mengingatkan gw pada novel DB) yang menjadi tanda tanya buat gw “kenapa harus dengan sekte2an?” apa cuma sekedar upaya memasukan korelasi dengan deedee? Whatever, prequel ini buat gw masih jempolan. Yes, sebagai prequel menurut gw cukup berhasil dan tidak membosankan. Maksud dari penyebaran virus ini secara samar sudah terjawab di pertengahan cerita. Namun di bagian akhir maksud tersebut menjadi jelas, yang memaksa Mark dkk untuk mengambil keputusan.

Bersambung ke prequel kedua -> The Maze Runner – Fever Code

Categories: Novel | Tags: , , , , | Leave a comment

The Night Circus

Setelah rampung dalam waktu 3 hari,akhirnya saya putuskan The Night Circus sebagai salah satu novel favorit gw. Pada hari Minggu lalu, seperti yang hampir gw lakukan setiap minggunya sepulang gereja, gw singgah ke salah satu TB diskon  (Yahh, tujuan utamanya sih nyari komik baru yang gw ikutin. Heuheu.. ). Dan setelah itu gw iseng2 liat  novel, sekedar baca ringkasan cerita atau nyari novel obral ^^

Sekilas saya amati, sepertinya ga banyak berubah buku-buku di situ dibandingkan beberapa minggu ke belakang. Sampai gw lihat novel bersampul merah ini. The Night Circus. Hmm.. Langsung gw cari tulisan yang mengandung kata-kata Bestseller, Award, Pulitzer, dsb. Hahaha.. Itu panduan utama gw sebelum ngebeli novel yang ga gw kenal.

The Night Circus merupakan salah satu nominasi Guardian First Book Award 2011, dan memenangi Alex Award dari American Library Association pada 2012

Ok, cukuplah yah sebagai pertimbangan untuk di beli. Dan ketika gw baca ringkasan cerita di belakang bukunya,  jujur aja gw langsung super duper tertarik dengan novel ini.

Bersiaplah memasuki Le Cirque des Reves. Jangan terlalu terkejut karena sirkus ini bukanlah sirkus biasa. Di sini kau bisa menemukan Labirin Awan, khayalan-khayalan yang menjadi kenyataan, sari apel terlezat di dunia, Pohon Permohonan, dan wanita cantik dengan gaun penuh untaian surat cinta.

Dalam Le Cirque des Reves pula, Prospero sang Pesulap menjadikan Celia, putrinya sendiri, sebagai ajang taruhan, Prospero mengharuskan Celia untuk bertarung dengan Marco Alisdair, yang merupakan murid dari musuh bebuyutan sang Pesulap. Selama bertahun-tahun, Celia dan Marco berusaha saling menjatuhkan lewat berbagai wahana dan atraksi mendebarkan: panggung ilusi, raven, selubung sihir, api unggun seputih salju, dan binatang-binatang dari kertas.

Namun, kompetisi itu terhambat saat mereka perlahan-lahan saling jatuh cinta. Dan keduanya semakin kewalahan saat sesuatu yang jahat mulai mencelakai, bahkan membunuh orang-orang di sirkus, satu demi satu…

Membaca ringkasan cerita ini, gw langsung menetapkan hati. “Suatu saat gw pasti beli novel ini” dan ternyata suatu saat itu adalah saat itu juga. hahaha.. ternyata keinginan kuat mampu mengalahkan isi dompet yang sedang pas-pasan ;p

Kenapa gw cape2 ngetik ulang ringkasan cerita dari The Night Circus? Sejujurnya, apa yang gw harapkan dari novel ini setelah membaca ringkasan cerita tersebut tidak terjadi. (lho?) yap, mungkin yang sudah membaca novel ini akan merasakan hingga pertengahan cerita rasanya konflik masih belum jelas. Maksud dan tujuan dari kompetisi bahkan terasa menggantung sampai akhir. Tapi entah kenapa, gw tetap ketagihan baca novel ini dan malah penasaran dengan jalan ceritanya yang tidak terbayangkan. Terlalu banyak karakter yang gw suka di novel ini, dan kisah cinta yang samar2 justru menyentuh dan membuatnya berbeda. Bagi gw pribadi novel ini tidak mengecewakan dan tidak membosankan.

The Night Circus beralur maju mundur. Jangan terjebak saat membaca novel ini dan tidak perlu menebak-nebak apa yang akan terjadi ataupun mengharapkan yang muluk-muluk (pengalaman pribadi banget.. 😀 )

Categories: Novel | Tags: | 1 Comment

DIVERGENT

Kali ini gw mau bahas novel yang gw beli bulan lalu. Judulnya Divergent, novel trilogi karya Veronica Roth. Pas baca summarynya, entah kenapa gw langsung kebayang Hunger Games. Berhubung gw suka banget Hunger Games, akhirnya gw beli deh novelnya. Yaa, dengan harapan gw juga bakal suka buku ini. Dan ternyataa.. yeah, I love it so much! Hehe.. Setelah gw baca bukunya yang kedua pun gw masih ga bisa milih mana yg lebih gw suka. Divergent or Hunger Games.

Ok, langsung aja yaah..

YihaYIhi_Divergent

Pada usia 16 tahun, semua orang harus memilih sebuah faksi dari lima faksi yang ada. Pilihan yang menentukan apakah kau akan tetap tinggal di faksi tempat kau dilahirkan, atau membuang keluargamu dan tinggal di faksi yang baru.

Faksi Amity, tempat bagi mereka yang menyukai kedamaian dan penuh kasih sayang.

Faksi Erudite, tempat di mana ilmu pengetahuan adalah segalanya.

Faksi Condor, tempat yang menjunjung tinggi kejujuran dan membenci kepalsuan.

Faksi Abnegation, tempat bagi mereka yang jauh dari rasa pamrih dan egoisme.

Faksi Dauntless, tempat para pemberani yang anti kepengecutan.

Kelima faksi hidup berdampingan dan masing2 berkontribusi untuk pemerintahan.

Sebelum diadakan pemilihan, setiap anak wajib mengikuti tes kecakapan. Tes ini bertujuan untuk membantu sang anak menentukan pillihannya. Dengan mengikuti tes ini, maka kecenderungan bakat dan sifatnya akan membawanya ke salah satu faksi.

Beatrice Pior, seorang anak Abgenation yang hidup dengan semua ajaran abnegation menyadari bahwa ada sesuatu yang lain dalam dirinya. Ia sadar dirinya tak sepenuhnya Abnegation. Dan saat tes kecakapan, ternyata tidak hanya satu sifat yang menjadi kecenderungannya, tapi tiga! Divergent. Sesuatu yang di anggap berbahaya dan harus di singkirkan.

Beatrice harus menyembunyikan jati dirinya. Ia memilih Faksi Dauntless. Tempat para pemberani, yang sehari-harinya penuh dengan tantangan. Sanggupkah ia melewati inisiasi Dauntless yang penuh kegilaan? Melompat ke atas kereta yang sedang melaju kencang, terjun dari atas atap, bertarung dengan sesama peserta, dan melawan semua ketakutan yang ia miliki? Atau ia akan gagal dan bergabung dengan para terbuang, para factionless? Apa sebenarnya misteri di balik Divergent ?

Temukan jawabannya.. dengan membaca novel ini   

Bersambung ke buku 2, INSURGENT

Categories: Novel | Tags: , | Leave a comment

Create a free website or blog at WordPress.com.